Pengertian AUDIT
Audit (pemeriksaan) dalam arti
luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk.
Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang
disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek
dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi,
dan praktik yang telah disetujui dan diterima.
Pengertian TEKNOLOGI
Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan
barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan
sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan
penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan dan
mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di
antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara
bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan
damai; pengembangan senjata penghancur yang
semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata
nuklir.
Pengertian
SISTEM INFORMASI
Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan
aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan
manajemen. Dalam arti
yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada
interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam
pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan
organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi
dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Ada yang membuat perbedaan yang jelas antara
sistem informasi, dan komputer sistem TIK, dan proses bisnis. Sistem informasi
yang berbeda dari teknologi informasi dalam sistem informasi biasanya terlihat
seperti memiliki komponen TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan
pemanfaatan teknologi informasi. Sistem informasi juga berbeda dari proses
bisnis. Sistem informasi membantu untuk mengontrol kinerja proses bisnis.
Alter berpendapat untuk sistem informasi
sebagai tipe khusus dari sistem kerja. Sistem kerja adalah suatu sistem di mana
manusia dan/atau mesin melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk
memproduksi produk tertentu dan/atau jasa bagi pelanggan. Sistem informasi
adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan
(menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan)
informasi
Dengan demikian, sistem informasi
antar-berhubungan dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain.
Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi sistem di mana data yang mewakili dan diproses
sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai
bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Pengertian
Audit Teknologi Sistem Informasi
Audit teknologi informasi atau
information systems (IS) audit adalah bentuk pengawasan dan pengendalian dari infrastruktur teknologi
informasi secara menyeluruh. Audit teknologi informasi ini dapat berjalan
bersama-sama dengan audit finansial dan audit internal, atau dengan kegiatan
pengawasan dan evaluasi lain yang sejenis. Pada mulanya istilah ini dikenal
dengan audit pemrosesan data elektronik, dan sekarang audit teknologi informasi
secara umum merupakan proses pengumpulan dan evaluasi dari semua kegiatan
sistem informasi dalam perusahaan itu. Istilah lain dari audit teknologi
informasi adalah audit komputer yang banyak dipakai untuk menentukan apakah
aset sistem informasi perusahaan itu telah bekerja secara efektif, dan
integratif dalam mencapai target organisasinya.
Fenomena era
Sistem Informasi
Tidak dapat disangkal
bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih
cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi
informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data
interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah
menerobos batas-batas fisik antar negara. Penggabungan antara teknologi
komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang
sistem informasi. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan
waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat
ini dapat dilakukan dalam hitungan detik. Tidak berlebihan jika salah satu
pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut:
“seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat
ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu
hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar
Amerika !”. Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari, yaitu
bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara signifikan
mempengaruhi persaingan antara perusahaan-perusahaan di dunia, khususnya yang
bergerak di bidang jasa. Secara garis besar, ada empat periode atau era
perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali diketemukannya
komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash et.al., 1992) terjadi
tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian
pesat, namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan
modern. Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael
Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi
informasi di era modern. Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak
perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit
mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun
teknologi informasi karena masih melekatnya faktor-faktor budaya lokal atau
setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah
heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang
tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang
notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun
1960-an.
Perkembangan
Audit saat ini
Profesi Auditorsi(Audit) di
Indonesia masih tergolong baru. Pada masa penjajahan Belanda, jumlah perusahaan
di Indonesia belum begitu banyak, sehingga Auditorsi dengan sendirinya hampir
tidak dikenal. Perusahaan-perusahaan milik Belanda yang beroperasi di Indonesia
pada waktu itu, mengikuti model pembukuan seperti yang berlaku di negaranya.
Situasi seperti itu berlangsung hingga Indonesia merdeka. Auditorsi baru mulai
dikenal di Indonesia setelah tahun 1950-an, yaitu ketika semakin banyak
perusahaan didirikan dan Auditorsi sistem Amerika mulai dikenal, terutama
melalui pendidikan di perguruan tinggi.
Perkembangan Auditorsi di Indonesia terjadi
pada tahun 1973, yaitu ketika Ikatan Auditor Indonesia (IAI) menetapkan
Prinsip-prinsip Auditorsi Indonesia (PAI) dan Norma Pemeriksaan Auditor (NPA).
Selain itu perkembangan yang terjadi dalam dunia perbankan sejak tahun 1988
semakin menuntut dilakukannya audit atas laporan keuangan bagi
perusahaan-perusahaan yang akan mengajukan permohonan kredit ke bank. Pada
tahun 1995 lahir Undang-undang Perseroan Terbatas yang mewajibkan suatu
perseroan terbatas menyusun laporan keuangan dan jika perseroan merupakan
perusahaan publik, maka laporan keuangannya wajib diaudit oleh Auditor publik.
Pada tahun yang sama Undang – Undang Pasar modal pun lahir juga.
Seiring perkembangan perusahaan di Indonesia,
IAI telah banyak melakukan penyempurnaan peraturan yang berlaku di Indonesia.
Yang mana Indonesia saat itu berkibalat pada peraturan yang dibuat oleh Amerika
Serikat. Pada tahun 1994 IAI melakukan penyusunan ulang prinsip Auditorsi dan
standar audit yang disebut Standar Auditorsi Keuangan (SAK) dan Standar
Profesional Auditor Publik (SPAP). Sejalan dengan itu Dewan Standar Auditorsi
yang dibentuk IAI secara terus menerus menerbitkan Pernyataan Standar Auditorsi
Keuangan (PSAK). Seperti terjadi di Amerika Serikat seratus tahun lalu, fungsi
pengauditan di Indonesia memasuki abad ke-21 ini masih belum dipahami
masyarakat. Banyak kesalahpahaman yang terjadi atas laporan auditor, karena
fungsi audit tidak dipahami dengan benar. Maka dari itu Pemerintah mulai memperkenalakan
Auditorsi mulai dari SMA dan pengenalan Audit dilakukan di Perguruan Tinggi.
Review Software Akuntansi
1. Easy Accounting System (EAS)
Easy Accounting System (EAS) dibangun sejak tahun 2009 dibawah
naungan PT Global Informasi Fortuna Teknotama, merupakan software akuntansi
keuangan dan point of sale (POS) sekaligus software semi-ERP systems. yang
dapat digunakan untuk menjalankan berbagai jenis operasi bisnis dari Distribusi, Jasa, Retail, Konstruksi,
Developer, Rumah sakit, Pendidikan, Export Import, Courier , serta Perusahaan
manufaktur baik yang bersifat perakitan (assembly) maupun yang bersifat
Pembuatan (maker).
Easy Accounting System (EAS) sendiri dibangun menggunakan engine Firebird
yang terbukti handal dan stabil pada semua system operasi windows. Dengan fitur
utama Import Transaksi ( Jurnal voucher, invoice, COA, dan daftar barang) serta
e-faktur ready, menjadikan EAS pendatang baru yang cukup inovatif terutama di
sector industri menengah. Meskipun hanya dapat berjalan di dalam system operasi
windows dan belum didukung oleh web based. Didukung dengan harga yang cukup
affordable dengan versi trading adalah 7 juta dan dan versi platinum 15 juta
rupiah, dan versi manufaktur sebesar 30 juta rupiah (belum termasuk training).
EAS juga menyedian layanan purna jual yang cukup baik bagi customernya.
2. Accurate
Modul yang disediakan Accurate tidak
jauh berbeda dengan Abipro, hanya saja yang menjadi pembeda adalah Accurrate
menyediakan Audit Trail untuk jurnal sedangkan Abipro tidak. Untuk Harga
accurate relatif lebih murah dibanding abipro yaitu 11 juta untuk DE dan 30
juta untuk EE namun dengan biaya tambahan sebesar 2.5 juta untuk setiap user
yang ditambahkan. Accurate juga memberikan garansi 30 hari uang kembali untuk
paket yang dijualnya. Sayang nya accurate tidak dapat dikustom tapi software
ini cocok digunakan dengan platform windows dan linux yang memiliki wine.
3. MYOB
Salah
satu software akuntansi yang ada di dunia adalah software akuntansi myob yang
berasal dari australia. myob accounting termasuk program akuntansi yang sudah
berumur dan beredar cukup lama, perkiraan saya sudah sejak sekitar tahun
1990-an. Software ini menggunakan bahasa inggris sebagai antar mukanya,
tentunya karena pembuatnya juga bukan orang indonesia dan majority digunakan di
negara asalnya yaitu aussie. Bagi pengguna accounting software di era 90-an
mungkin sudah lebih dulu familier dengan software ini. Sebenarnya software ini
cukup lengkap, tersedia berbagai modul : purchasing, inventory, payables,
receivables, cash, bank, sales, hingga general ledgers. Bahkan menurut saya
software akuntansi myob ini turut menginspirasi lahirnya software akuntansi
accurate dan software akuntansi zahir termasuk juga software akuntansi Bee
accounting. Software akuntansi buatan lokal seperti Bee
accounting memiliki karakteristik yang telah disesuaikan dengan kebutuhan
bisnis di indonesia karena memang di adaptasi langsung dari pengamatan dan
pengalaman kebutuhan riil di pasar indonesia. Banyak fitur seperti multi level
harga, diskon bertingkat campuran bisa persen bisa rupiah, limit plafon
piutang, cetak struk bisa mode text/raw (untuk dot matrix printer) dan bisa
mode grafik. Dan masih banyak fitur unik lain yang memang di buat khusus untuk
kebutuhan orang indonesia.



Komentar
Posting Komentar