Teknik Audit Berbantuan Komputer
Teknik
audit berbantuan komputer
Pengaruh
TI dan audit berbantuan komputer:
1. Perubahan
bentuk informasi sebagai bukti audit dari informasi yang menggunakan
kertas(visual) menjadi bentuk elektronik(non visual) yang tersimpan dalam media
penyimpanan komputer.
2. Perubahan
bentuk bukti audit tersebut pada gilirannya juga mempengaruhi cara memperoleh
bukti audit yang telah diperoleh tersebut.
3. Volume
data yang tersimpan pada sbuah perusahaan, apalagi perusahaan multinasional,
misalnya telah mencapai ukuran yang sangat besar, yaitu mencapai kapasitas
terra byte, bahkan mungkin penta byte.
4. Perubahan
jejak audit, yakni suatu mekanisme yang memungkinkan pelacakan kronologis suatu
transaksi dari awal sampai akhir ataupun sebaliknya.
5. Adanya
perubahan struktur pengendalian internal perusahaan, terutama yang berkaitan
dengan pengolahan data.
Proses
audit berbantuan komputer:
1.TestData
Metode ini menggunakan data masukan yang telah
dipersiapkan auditor dan menguji data tersebut dengan salinan (copy) dari
perangkat lunak aplikasi auditan. Hasil pemrosesan data tersebut akan
dibandingkan dengan ekspektasi auditor. Jika ada hasil yang tidak sesuai,
mungkin ini suatu indikasi penyimpangan logika atau mekanisme pengendalian.
2.IntegratedTestFacility(ITF)
Adalah suatu pendekatan teknik terotomatisasi yang
memungkinkan auditor menguji alur logika dan kendali suatu aplikasi pada saat
operasi normal berlangsung.
3.ParallelSimulation(PS)
Pendekatan ini mengharuskan auditor untuk membuat
suatu program yang menyimulasikan fungsi utama tertentu dari aplikasi yang
sedang diuji.
Aplikasi
audit berbantuan komputer:
1. Audit
Command Language (ACL)
ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah
software TABK untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan
sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.
ACL for Windows dirancang khusus untuk menganalisa
data dan menghasilkan laporan audit untuk user non-teknis sampai expert users.
ACL secara khusus dirancang untuk menganalisa data, memanipulasi data dan
mengekspor data sehingga membuatnya menjadi lebih berguna bagi auditor. Dengan
menggunakan ACL pekerjaan auditing akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan
proses auditing manual yang memerlukan waktu lama.
ACL mempunyai kemampuan untuk mengeksport hasil
audit ke berbagai macam format data, antara lain Plain Text(TXT), dBase III
(DBF), Delimited (DEL), Excel (XLS), Lotus (WKS), Word (DOC) dan WordPerfect
(WP).
Kemampuan ACL dalam melakukan pemeriksaan/ analisis
terhadap berbagai aplikasi, antara lain: aplikasi persediaan, aplikasi piutang,
aplikasi hutang, aplikasi gaji dan upah, aplikasi aktiva tetap, aplikasi
general ledger, aplikasi pembelian, aplikasi penjualan
2. APG
(Audit Program Generator)
APG memungkinkan tim audit mempersiapkan daftar
perencanaan audit mereka. APG memungkinkan tim audit untuk menambah, menghapus
atau melakukan modifikasi item-item individual dalam daftar perencanaan audit
untuk menyesuaikan antara pekerjaan auditor dengan keperluan klien mereka.
Daftar perencanaan audit dari APG termasuk item-item
untuk menetapkan:
a.
Persetujuan penerimaan tugas
b.
Persetujuan personel audit terhadap perikatan audit
c. Tingkat
independensi
d.
Pengetahuan terhadap kesatuan usaha
e. Taksiran
kemampuan audit
f. Surat
Perikatan
g. Taksiran
risiko audit dan tingkat materialitas
h. Taksiran
risiko pengendalian
i.
Tindakan-tindakan melanggar hukum
j.
Tingkat kesalahan dan ketidakpatuhan
k. Prosedur
analitikal
l.
Strategi audit dan program audit
APG dapat membantu dalam memenuhi standar auditing,
mempertimbangkan struktur pengendalian internal dalam sebuah laporan keuangan
auditan. Standar auditing mengharuskan auditor mendapatkan pemahaman terhadap
tiga elemen dari struktur pengendalian dan apakah kebijakan-kebijakan yang
relevan, prosedur-prosedur dan catatan-catatan yang mendasar telah diterapkan
pada perusahaan yang diaudit.
2. IDEA
(Interactive Data Analysis Software)
Merupakan software audit yang dapat digunakan untuk
membuat rekonsiliasi, investigasi kecurangan, internal/operational audit,
pemindahan file, mempersiapkan laporan manajemen dan analisis-analisis lainnya,
termasuk menelusuri security log.
IDEA adalah software yang powerful dan mudah
dioperasikan untuk membantu akunting dan professional keuangan meningkatkan
keahlian auditing, mendeteksi kecurangan, dan memenuhi dokumen-dokumen standar.
Software ini memungkinkan kita untuk mengimpor data dengan cepat, menyertakan,
menganalisa, mengambil sample dan mengekstrak data dari berbagai macam sumber,
termasuk laporan yang dicetak dari sebuah file.
Didesain oleh Akuntan untuk Akuntan, IDEA menawarkan
sebuah tampilan antar muka yang intuitif termasuk fungsi point dan klik, menu
bantuan, toturial dan multi tampilan. Dengan kemampuan ukuran file yang tak
terbatas, IDEA dapat mengakses dan menganalisa data yang berukuran besar dalam
beberapa detik saja, membebaskan anda untuk menganjurkan manajemen dalam proyek
tambahan dan memberikan analisa yang mendalam. Menurut survey, lebih separo
dari 100 Kantor Akuntan Publik Besar di Amerika Serikat menggunakan IDEA untuk
melakukan analisis data yang diperlukan pada saat melakukan audit.
3.
Microsoft Excel
Software lain yang kemungkinan digunakan oleh Kantor
Akuntan Publik dalam melakukan audit berbantuan computer adalah dengan
menggunakan Microsoft Excel. Sebagaimana telah diketahui bersama bahwa
Microsoft Excel adalah program aplikasi spreadsheet yang paling populer saat
ini.
Dengan kemampuannya membaca file database seperti
DBF dan MDB, serta ditambah dengan dukungan fungsi-fungsi/formula-formula yang
ada, maka dapat dikatakan bahwa Microsoft Excel juga dapat dijadikan sebagai
software GAS.
Dengan memilih menggunakan Microsoft Excel sebagai
GAS, maka berarti Kantor Akuntan Publik yang bersangkutan telah melakukan
efisiensi biaya. Hal ini karena Microsoft Excel adalah program aplikasi yang
cukup populer, yang dapat dipastikan ada pada setiap PC, terlepas dari apakah
software tersebut asli atau bajakan.
Cara kerja audit berbantuan computer dengan
Microsoft Excel sebenarnya hampir sama dengan software GAS yang lain, yaitu
setelah file data diimpor atau disalin, maka selanjutnya dapat dilakukan
pengolahan/manipulasi data sesuai keperluan audit yang dilakukan, tentunya
dengan menginputkan formula-formula yang diperlukan.
Sekalipun demikian, tetap harus diakui bahwa
penggunaan Microsoft Excel untuk audit tetap memiliki kekurangan dibandingkan
dengan paket software yang memang dikhususkan untuk audit. Hal ini karena file
yang telah diimpor atau disalin bukanlah jenis file read only sehingga sangat
rentan kesalahan yang diakibatkan kesalahan pengetikan dan pengeditan yang
dilakukan. Keterbatasan lainnya adalah keterbatasannya dalam mengenali dan
membaca file sumber data, jika dibandingkan dengan program seperti ACL dan IDEA
yang mempunyai kemampuan membaca file dalam banyak tife/ekstensi.
Audit
SI menggunakan Excel:
Uji
duplikasi:
1. Uji
kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku(otorisasi, kelengkapan, keakuratan)
2. Uji
subtantif(uji terhadap transaksi dan hasil pengolahan)
3. Pengolahan
kembali transaksi dalam prosedur pengujian kepatuhan atau subtantif.
Import
file untuk analisa:
1. Test
data
Metode ini menggunakan data masukan
yang telah dipersiapkan auditor dan menguji data tersebut dengan salinan(copy)
dari perangkat lunak aplikasi auditan.
2. Integrated
Test Facility(ITF)
Adalah suatu pendekatan teknik
terotomatisasi yang memungkinkan auditor menguji alur logika dan kendali suatu
aplikasi pada saat operasi normal berlangsung.
3. Parallel
Simulation(PS)
Pendekatan ini mengahurskan auditor
untuk membuat suatu program yang mensimulasikan fungsi utama tertentu dari
aplikasi yang sedang diuji.
Memeriksa
data:
1. Membuat
perhitungan-perhitungan dan melakukan verifikasi atas perkalian dan
penjemlahan.
2. Memeriksa
catatan untuk mengetahui kualitas, kelengkapan, konsistensi dan ketepatannya.
3. Mengikhtisarkan
atau mengurutkan data dan melakukan analisis data, berikut mengidentifikasi
urutan-urutan yang hilang.
4. Memilih
sampel audit secara valid.
5. Mencetak
permintaan konformasi.
6. Membandingkan
data yang diperoleh melalui prosedur audit lainnya dengan catatan perusahaan.
7. Membuat
stratifikasi data.
8. Membuat
analisa-analisa statistic.
9. Pembuatan
grafik dan pivot tabel.
Audit
keamanan infrastruktur jaringan
Review
penggunaan infra jaringan pada audit dan implementasinya:
Terbagi menjadi 3 kategori yaitu:
1. Privilege
Audit (Audit terhadap hak akses)
Dilakukan dengan cara melakukan
review secara lengkap terhadap semua group dan account dalam sebuah sistem
jaringan untuk sebuah organisasi.
2. Usage
Audit (Audit terhadap pengguna sumber daya)
Audit jenis ini melakukan
verifikasi apakah perangkat lunak dan sistem yang digunakan dalam sebuah
organisasi dipakai secara konsisten dan tepat sesuai dengan kebijakan yang
berlaku dalam organisasi tersebut.
3. Escalation
Audit (Audit terhadap eskalasi)
Melakukan eskalasi audit yang
dimaksud merupakan pengendalian terhadap sistem jaringan jika menemukan masalah
darurat terhadap sistem yang dikendalikan tersebut.
Komentar
Posting Komentar